You are viewing [info]rinamas's journal

Rina thea's Journal

> recent entries
> calendar
> friends
> profile

Sunday, November 2nd, 2003
4:12 am - Sabaaar
Kejadiannya hari senin tanggal 27 Oktober 2003 pukul 15.30 WIB, hari pertama bulan puasa, pas lagi sholat ashar. Saya naro tas di atas meja deket mushola Bintang pelajar. Biasanya aman, tapi sekarang ternyata tidak aman. Seseorang sudah mengambil Hp dan dompet yang ada di dalamnya. Jadilah setelah itu saya sibuk ngeblok ATM, supaya tidak kena musibah selanjutnya, ternyata ribet juga cara ngurusnya ya, pake acara kudu ada surat hilang dari kepolisian segala,ngurus bikin KTP baru,dll. Tapi ternyata musibah bisa datang dalam bentuk lain, hari rabu nya, sekitar pukul 17.30 di depan internusa sebuah vitara warna putih nyenggol saya dari belakang. Ga apa-apa sih cuma pegel dikit dan Kolak biji salak di dalam tas saya pecah bungkusnya, menggenangi nasi bungkus yang rencananya buat berbuka puasa.
Seorang teman bilang katanya saya kena musibah bertubi-tubi.Saya jadi berfikir apakah karena saya tidak berzakat? saya fikir penghasilan saya selama ini masih di bawah standar zakat. Ada yang bisa bantu saya bagaimana cara menghitungnya?dll, yang singkat tapi lengkap...anyway, thx before

(6 comments | comment on this)

Sunday, October 26th, 2003
1:59 pm - Onetea's mom
Last wdenesday, I went to PMI bogor to visit Ibu Rahmat, Onetea's mom.She got dehidration and felt so hot.Her clothes wet of keringat (punten hilap hehe)But she still CHEERFULL (bener ga nihh? L nya 1 ato 2 ya).I arrived there at 12.15 and kept there till 14.00 to chat with her!!!full with laughing hehe...How could she do like that? Still cheerfull while she felt ill!hmh..may Alloh SWT always bless her and give her health

(3 comments | comment on this)

Saturday, August 9th, 2003
10:25 am - DOA YANG SELALU DIKABULKAN
by..: Helvy Tiana Rosa)



Pagi itu, 3 Mei 1998, dari Jakarta, saya diundang
mengisi seminar di IAIN Sunan Gunung Djati, Bandung. Saya duduk di bangku kedua dari depan sambil menunggu kedatangan pembicara lain, Mimin Aminah, yang belum saya kenal.

Jam sembilan tepat, panitia menghampiri saya dan
memperkenalkan ia yang baru saja tiba. Saya segera berdiri menyambut senyumnya yang lebih dulu merekah. Ia seorang yang bertubuh besar, ramah,dalam balutan gamis biru dan jilbab putih yang cukup panjang. Kami berjabat tangan erat, dan saat itu tegas dalam pandangan saya dua kruk (tongkat penyangga yang dikenakannya) serta sepasang kaki lemah dan kecil yang ditutupi kaos kaki putih. Sesaat batin saya hening, lalu melafazkan kalimat takbir dan tasbih.



Saat acara seminar dimulai, saya mendapat giliran pertama. Saya bahagia karena para peserta tampak antusias. Begitu juga ketika giliran Mimin tiba. Semua memperhatikan dengan seksama apa yang disampaikannya. Kata-kata yang dikemukakannya indah dengan retorika yang menarik. Wawasannya luas,pengamatannya akurat.



Saya tengah memandang wajah dengan pipi merah jambu itu saat Mimin berkata dengan nada datar. "Saya diuji Allah dengan cacat kaki ini seumur hidup saya."



Ia tersenyum. "Saya lahir dalam keadaan seperti ini. Mungkin banyak orang akan pesimis menghadapi keadaan yang demikian,tetapi Sejak kecil saya telah memohon sesuatu pada Allah. Saya berdoa agar
saat orang lain melihat saya, tak ada yang diingat dan disebutnya kecuali Allah," Ia terdiam sesaat dan kembali tersenyum. "Ya, agar mereka ingat Allah saat menatap saya. Itu saja."



Dulu tak ada orang yang menyangka bahwa saya akan bisa kuliah. "Saya kuliah di Fakultas Psikologi," katanya seraya menambahkan bahwa teman-teman pria dan wanita di Universitas Islam Bandung-tempat
kuliahnya itu-senantiasa bergantian membantunya menaiki tangga bila kuliah diadakan di lantai dua atau tiga. Bahkan mereka hafal jam datang serta jam mata kuliah yang diikutinya. "Di antara mereka ada yang membawakan sebelah tongkat saya, ada yang memapah, ada juga yang menunggu di atas," kenangnya.



Dan civitas academica yang lain? Menurut Mimin ia sering mendengar orang menyebut-nyebut nama Allah saat menatapnya. "Mereka berkata: Ya Allah, bisa juga ya dia kuliah," senyumnya mengembang lagi.
"Saya bahagia karena mereka menyebut nama Allah. Bahkan ketika saya berhasil menamatkan kuliah,keluarga, kerabat atau teman kembali memuji Allah. Alhamdulillah, Allah memang Maha Besar. Begitu kata mereka."

Muslimah bersahaja kelahiran tahun 1966 ini juga berkata bahwa ia tak pernah bermimpi akan ada lelaki yang mau mempersuntingnya. "Kita tahu, terkadang orang normal pun susah mendapatkan jodoh, apalagi seorang yang cacat seperti saya. Ya tawakal saja."
>
Makanya semua geger, ketika tahun 1993 ada seorang lelaki yang saleh,mapan dan normal melamarnya. "Dan lagi-lagi saat walimah, saya dengar banyak orang menyebut-nyebut nama Allah dengan takjub. Allah itu maha kuasa, ya. Maha adil! Masya Allah, Alhamdulillah,dan sebagainya," ujarnya penuh syukur. Saya memandang Mimin dalam.
Menyelami batinnya dengan mata mengembun.

"Lalu saat saya hamil, hampir semua yang bertemu saya, bahkan orang yang tak mengenal saya, menatap takjub seraya lagi-lagi mengagungkan asma Allah. Ketika saya hamil besar, banyak orang
menyarankan agar saya tidak ke bidan, melainkan ke dokter untuk operasi. Bagaimana pun saat seorang ibu melahirkan otot-otot panggul dan kaki sangat berperan. Namun saya pasrah. Saya merasa tak ada masalah dan yakin bila Allah berkehendak semua akan menjadi mudah. Dan Alhamdulillah, saya melahirkan lancar dibantu bidan," pipi Mimin memerah kembali. "Semua orang melihat saya dan mereka mengingat Allah. Allahu Akbar, Allah memang Maha Adil, kata mereka berulang-ulang."

Hening. Ia terdiam agak lama.

Mata saya basah, menyelami batin Mimin. Tiba-tiba saya merasa syukur saya teramat dangkal dibandingkan nikmatNya selama ini. Rasa malu menyergap seluruh keberadaan saya. Saya belum apa-apa. Yang selama ini telah saya lakukan bukanlah apa-apa.

Astaghfirullah. Tiba-tiba saya ingin segera turun dari tempat saya duduk sebagai pembicara sekarang, dan pertamakalinya selama hidup saya, saya menahan airmata di atas podium. Bisakah orang ingat pada Allah saat memandang saya, seperti saat mereka memandang Mimin?

Saat seminar usai dan Mimin dibantu turun dari panggung, pandangan saya masih kabur. Juga saat seorang (dari dua) anaknya menghambur ke pelukannya. Wajah teduh Mimin tersenyum bahagia, sementara
telapak tangan kanannya berusaha membelai kepala si anak. Tiba-tiba saya seperti melihat anak saya,yang selalu bisa saya gendong kapan saya suka.


Ya, Allah betapa banyak kenikmatan yang Kau berikan padaku.



Ketika Mimin pamit seraya merangkul saya dengan erat dan berkata betapa dia mencintai saya karena Allah, seperti ada suara menggema di seluruh rongga jiwa saya. "Subhanallah, Maha besar Engkau ya Robbi, yang telah memberi pelajaran pada saya dari pertemuan dengan hambaMu ini. Kekalkanlah persaudaraan kami di Sabilillah. Selamanya. Amin."



Mimin benar.Memandangnya, saya pun ingat padaNya. Dan cinta saya pada Sang Pencipta, yang menjadikan saya sebagaimana adanya, semakin mengkristal.

(3 comments | comment on this)

Thursday, July 31st, 2003
9:02 pm - Lelah
Sekolah di Universitas kehidupan rasanya lebih sulit daripada sekolah di Universitas biasa. Banyak macam kejadian yang menuntut kita untuk tetap harus bisa tersenyum padahal sebetulnya hati ini sedang menangis.
Jalan ke depan rasanya masih sangat jauh
tapi persiapan-persiapan yang sudah dilakukan untuk mengantisipasinya masih sangat sedikit
Kadang terasa lelah
Ingin berhenti saja
Tapi tidak boleh
Tarik nafas panjang
Lalu berusaha lagi

(3 comments | comment on this)

Sunday, June 15th, 2003
10:50 am - help me........
moshi-moshi para peserta livejaournal...
kok pada bagus sih tampilannya...
gimana tuh caranya....
by the way ada cerita lucu...
saya dan temen-temen dari indonesia (totalnya ada 69) sekarang ini tinggal di osaka international training center.selain kita banyak peserta lain dari berbagai negara. kejadian lucu sering terjadi pas makan.di etalase disediakan model makanan kita pilih nomor terus pesan. banyak teman2 yg terjebak.dilabelnya cuma ditulis fish terus disitu kelihatan ada gambar 2 potong goreng ikan dibungkus tepung,irisan mentimun,tomat, dan jeruk nipis terus ada gundukan seperti nasi di piring.pas pesanan datang......alamak ternyata bukan nasi, tapi irisan kol!!!! jadilah teman-teman harus pesan lagi 1 paket....boros tenan.
harga barang disini mahal2, kemarin saya makan diluar dengan volunter,pesan tempura dan semangkuk mie shoba seharga 920 yen!!! kalau dikurs ke rupiah sekitar 50 ribuan sekali makan!!!!

(2 comments | comment on this)

Saturday, May 3rd, 2003
4:57 pm - motivation
yesterday I felt so lazy, after teaching at 4 pm I took a nap and spent my time by doing nothing until night, I had no motivation to do all of my job....I am lazy and felt so boring. But today I feel something new, from my student's mom. I heard she support my student to study with high motivation "without motivation you will die"...I think she is right...I don't want to be like that...my body is alive but my body is death.

(1 comment | comment on this)

Sunday, March 30th, 2003
5:12 pm - Runner
One day I read a story in chicken soup about a student who has big motivation. he always want to be an athlete especially a sprinter like his brother (he is a star of sprinter group at their college)but unfortunately he has no talent to be a sprinter like his brother,he is too weak. This student has big motivation, he never give up to registrate to sprinters club, the coach deny him but he come and come again to registrate and finally the coach let him join.

to be continued

current mood: cheerful

(comment on this)

Thursday, March 20th, 2003
11:50 pm - hi....
hello friends...let's have a nice talk here

(5 comments | comment on this)



> top of page
LiveJournal.com